6 Cara Desain Rumah Jepang Tradisional Tapi Terlihat Modern 2018

Desain Rumah Jepang Tradisional – Rumah tradisional jepang memang merupakan rumah idaman sekaligus rumah impian terutama bagi pecinta anime. Sebagian besar rumah yang terdapat di anime adalah rumah tradisional jepang. Masyarakat jepang memang masih mempertahankan bentuk rumah tradisionalnya, baik di dunia nyata maupun fiksi. Keberadaan rumah tradisional jepang pada anime yang menjadikan desain rumah jepang kuno ini semakin menarik dan diminati secara global.

Cara Desain Rumah Tradisional Jepang

Sebenarnya untuk desain rumah jepang tidak begitu rumit. Sehingga bagi yang mempunyai keinginan memiliki rumah dengan nuansa tradisional jepang dapat terwujud. Konsep – konsep yang menjadi konsep utama dalam desain rumah jepang adalah sebagai berikut ini :

1. Kolam indoor

Menurut kepercayaan masyarakat jepang, air merupakan simbol dari kedamaian dan menciptakan suasana yang sejuk dan segar. Dengan ini tentunya akan membuat udara di dalam rumah menjadi lebih segar dan rileks. Sehingga mampu mengendalilan suasana atmosfer ruangan tetap sejuk.

2. Sliding door

Hampir semua rumah tradisional asia bagian timur menggunakan sliding door. Bukan hanya di dalam rumah tradisional Jepang saja, namun juga di rumah tradisional cina dan korea. Sliding door ini sudah menjadi ciri khas dari rumah tradisional asia timur.

Berdasarkan kepercayaan setempat, sliding door berfungsi untuk tidak mencegah sinar matahari yang masuk. Untuk sliding door jepang disebut dengan shoji. Karena shoji jarang ditemukan di Indonesia, bisa diganti dengan sliding door kaca.

3. Didominasi dengan material kayu dan bambu

Sebagian material desain rumah jepang, menggunakan kayu dan dan bambu. Mulai dari dinding, atap hingga lantai. Rumah dengan material kayu akan membuat suasana dalam ruangan terasa sejuk saat udara luar panas serta akan membuat udara hangat saat udara di luar dingin. Konsep rumah yang menggunakan material kayu sangat sesuai dengan iklim di Jepang yang cukup ekstrim. Namun jika di Indonesia penggunaan kayu dan bambu harus diperhatikan agat tidak mudah dimakan rayap.

4. Funitur minimalis

Funitur pada rumah tradisional jepang sebagian besar dari kayu dan portable. Funitur yang digunakan pun tidak banyak, sehingga suasana rumah tampak kosong. Bahkan untuk tempat tidur, umumnya menggunakan tempat tidur portable yang bisa dilipat. Sebab dengan kondisi ruangan yang terlihat kosong, membuat ruangan menjadi lebih rapi, bersih dan tidak berantakan. Untuk perabotan dan funiture yang portable terasa lebih simple dan tidak memakan banyak tempat.

5. Tamanan indoor

Keberadaan tamana di dalam rumah berfungsi untuk penyejuk ruangan alami. Karena itu di masing – masing ruangan pasti terdapat satu atau dua buah jenis tanaman. Untuk tanamannya pun tidak asal tanaman, namun tanaman tersebut harus memiliki nilai seni, seperti bonsai

6. Warna netral

Warna netral yang digunakan pada desain rumah jepang adalah warna netral. Warna netral di sini bukanlah warna netral yang bisa di mix dengan berbagai warna lainnya. Warna netral pada rumah tradisional jepang adalah warna coklat atau krem. Warna tersebut sesuai dengan konsep desain rumah jepang yang didominasi dengan material kayu dan bambu.

Itulah konsep – konsep dari rumah tradisional Jepang. Konsep di atas merupakan konsep yang paling umum dan simple untuk sebuah desain rumah jepang. Dengan konsep tersebut bisa dijadikan referensi yang cukup inspiratif untuk desain rumah jepang. Sehingga rumah yang bernuansa tradisional jepang yang diimpikan dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *